Artikel kemitraan usaha/bisnis

Pengertian, tujuan dan manfaat kemitraan usaha

Kemitraan atau patenership dalam bahasa Inggris adalah jenis bisnis di mana terdapat perjanjian formal antara dua orang atau lebih yang dibuat dan disepakati untuk menjadi rekan pemilik (co-owner), saling mendistribusikan tanggung jawab untuk menjalankan organisasi dan berbagi pendapatan atau kerugian yang dihasilkan bisnis.

Tujuan Kemitraan Usaha 

Kemitraan usaha baik dalam skala usaha kecil maupun skala besar pada akhirnya tidak hanya sekedar memberi keuntungan pada pihak yang bermitra, tetapi pula akan berdampak pada pihak-pihak lain atau masyarakat secara umum. Oleh karena itu kemitraan usaha diarahkan untuk mencapai tujuan sebagai berikut:
  1. meningkatkan pendapatan usaha dan masyarakat
  2. mendukung efisiensi ekonomi
  3. memperkuat kemampuan bersaing
  4. menghindari persaingan yang tidak sehat dan saling mematikan
  5. menghindari monopoli yang dapat menyebabkan distorsi
  6. membangun tata dunia usaha yan kuat dengan tulang punggung usaha yang tangguh dan saling mendukung melalui ikatan kerjasama

Manfaat Kemitraan Usaha

Pihak yang bermitra masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan. Oleh karena itu, keduanya berusaha menutupi kekurangan masing-masing dengan kelebihan yang dimiliki oleh pihak lain atau pihak yang bermitra. Dengan demikian, diharapkan hasil yang dicapai dari k emitraan usaha harus lebih baik atau lebih besar dibandingkan jika dikelola sendiri tanpa kemitraan dengan pihak lain. Jika hasil yang diperoleh dari kemitraan tidak lebih baik dari tanpa kemitraan, berarti kemitraan tersebut gagal. Manfaat Kemitraan, antara lain dibedakan atas:
  1. Manfaat Produktivitas
    Produktivitas adalah suatu model ekonomi yang diperoleh dari membagioutput dengan input. maka produktivitas dikatakan meningkat bila dengan input yang tetap diperoleh output yang semakin besar. Selain itu, produktivitas yang tinggi dapat diperoleh dengan cara mengurangi penggunaan input (dengan syarat tidak mengurangi kualitas), sehingga dengan output yang tetap dengan penggunaan input yang sedikit menunjukkan adanya peningkatan produktivitas.
  2. Manfaat Efisiensi
    Manfaat efisiensi dapat diartikan sebagai dicapainya cara kerja yang hemat, tidak terjadi pemborosan, dan menunjukkan keadaan menguntungkan, baik dilihat dari segi waktu, tenaga maupun biaya. Ini dapat dicapai karena dalam Kemitraan mengikat pihak-pihak yang bermitra untuk mentaati segala kesepakatan, serta terjadi spesialisasi tugas dan tanggung jawab sesuai dengan kemampuan yang dimiliki masing-masing.
  3. Manfaat Jaminan kualitas, kuantitas, dan kontinuitas 
    Sebagai akibat adanya manfaat produktivitas dan efisiensi, maka dengan kemitraan akan dicapai pula manfaat kualitas, kuantitas, dan kontinuitas. Dengan adanya penggabungan dua potensi dan kekuatan untuk menutupi kelemahan dari masing-masing pihak yang bermitra, maka akan dihasilkan tingkat produktivitas yang tinggi dan efisiensi serta efektivitas. Produktivitas menunjukkan manfaat kuantitas dan efisiensi serta efektivitas menunjukkan manfaatkualitas. Dengan kualitas dan kuantitas yang dapat diterima oleh pasar, maka akan dapat menjamin kelangsungan usaha.
  4. Manfaat dalam resiko
    Dalam kemitraan kedua pihak memberi peran yang sesuai dengan kemampuan masing-masing, sehingga keuntungan atau kerugian yang dicapai atau diderita kedua pihak sesuai dengan peran dan kekuatan masing-masing. Hal ini berarti bahwa dalam kemitraan, ada rasa senasib sepenanggungan antara pihak yang bermitra sehingga jika ada resiko ditanggung bersama antara pihak yang bermitra, sehingga resiko yang ditanggung masing-masing pihak menjadi berkurang.

Jenis Kemitraan

  1. Kemitraan Vertikal
    Kemitraan antara beberapa perusahaan yang memiliki tahap atau tingkatan kegiatan produksi yang berurutan, dari tahap paling awal sampai tahap produksi akhir.

    Contoh : Kemitraan antara perusahaan yang tergabung dalam usaha yang menghasilkan produk tas dari bahan Kulit Buaya.
  2. Kemitraan Horizontal 
    Kemitraan dari sejumlah perusahaan yang memiliki kegiatan usaha atau yang menghasilkan produk sejenis.

    Contoh : Kemitraan antara perusahaan-perusahaan yang menghasilkan produk tas

Strategi dan kebijaksanan Kemitraan Usaha

  1. Inti Plasma 
    Usaha besar sebagai inti membina dan mengembangkan usaha kecil dalam hal
    a) penyedian dan penyedian lahan
    b) penyedian sarana produksi
    c) bimbingan teknis produksi dan manejemen usaha
    d) perolehan, penguasaan, dan peningkatan teknologi
    e) pembiayaan
    f) pemasaran
    g) penjaminan
    h) pemberian informasi
  2. Sub kontrak
    a) Mengerjakan sebagian produksi dan/atau komponennya
    b) Memperoleh bahan baku yang di produksi secara berkesinambungan dengan jumlah dan harga yang wajar.
    c) Bimbingan dan kemampuan teknis produksi atau manajemen.
    d) Perolehan, penguasaan, dan peningkatan teknologi.
    e) Pembiayaan dan pengaturan sistem pembayaran yang tidak merugikan salah satu pihak.
    f) Tidak melakukan pemutusan hubungan sepihak.
  3. Waralaba
    a) Usaha Besar berkedudukan sebagai pemberi waralaba, Usaha Mikro, Usaha Kecil, dan Usaha Menengah berkedudukan sebagai penerima waralaba; atau
    b) Usaha Menengah berkedudukan sebagai pemberi waralaba, Usaha Mikro dan Usaha Kecil berkedudukan sebagai penerima waralaba.

Penerapan ( hubungan dengan idea bisnis dan BMC yang telah saya buat)

Penerapan kemitraan bisnis dengan idea bisnis BMC yang telah saya tulis sebelumnya MY IDEA BMC

    konsep kemitraan bisnis saya adalah Bisnis waralaba dibidang makanan dan minuman banyak dipilih oleh masyarakat karena modalnya yang tidak begitu besar dan memiliki keuntungan timbal balik yang menjanjikan

    saya akan menawarkan kemitraan kepada orang yang ingin membuka bisnis kedai kopi, bila mana anda bekerjasama dengan kami, kami akan menyiapkan :
  1. Mesin kopi merk Bezzeradari buatan lokal berikut Grinder (penggiling kopi). Peralatan yang dibutuhkan dalam usaha coffee shop anda, misalnya : cangkir, gelas, kulkas dan seluruh peralatan untuk bisnis coffee shop
    1. Bahan baku awal
    2. Pelatihan tanpa batasan jumlah karyawan
    3. Saran konsep desain dan software penjualan (optional)


    Komentar